Batam. Inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Wali Kota Batam bersama Wakil Wali Kota Batam terkait aktivitas cut and fill serta dugaan penimbunan kawasan mangrove di wilayah Botania 1, Batam Center, Kota Batam, dinilai belum memberikan efek jera. Pasalnya, aktivitas pengembangan lahan tersebut hingga kini masih terus berlangsung.
Berdasarkan hasil penelusuran awak media di lapangan, kegiatan pengolahan lahan dengan luas mencapai sekitar 24 hektare itu diklaim berada di bawah pengelolaan PT Bintang Jaya Nusada. Namun, hingga saat ini belum terdapat kejelasan terkait kelengkapan perizinan yang dimiliki perusahaan tersebut.
Saat dikonfirmasi wartawan mengenai maraknya aktivitas reklamasi, pengerukan tanah, serta rencana pembangunan oleh pengembang yang diduga belum mengantongi izin lengkap, Wali Kota Batam menyatakan pihaknya akan kembali turun ke lapangan.
“Apabila masih ditemukan aktivitas berjalan sementara perizinan belum lengkap atau masih dalam proses pengurusan, maka kami akan turun kembali melakukan sidak,” ujar Wali Kota Batam kepada wartawan.
Diketahui, kawasan Botania 1 sebelumnya juga telah menjadi sorotan setelah dilakukan sidak oleh Kepala BP Batam selaku pejabat ex officio, Amsakar Achmad, bersama Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra. Namun demikian, fakta di lapangan menunjukkan aktivitas pengolahan lahan tetap berjalan.
Dalam penelusuran lebih lanjut, awak media belum menemukan bukti kuat bahwa PT Bintang Jaya Nusada telah mengantongi perizinan lingkungan secara lengkap, seperti UKL-UPL maupun SPPL, yang menjadi syarat utama dalam kegiatan pengembangan lahan berskala besar.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius terkait fungsi pengawasan pemerintah daerah serta penegakan aturan terhadap aktivitas yang berpotensi merusak lingkungan, khususnya kawasan dulunya terdapat lahan mangrove yang memiliki peran vital dalam menjaga ekosistem pesisir.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Bintang Jaya Nusada belum memberikan keterangan resmi terkait status perizinan maupun keberlanjutan aktivitas cut and fill di kawasan Botania 1, Batam Center.











