Batam – Hujan deras yang mengguyur Batam sejak dini hari, Selasa (17/2/2026), bertepatan dengan perayaan Tahun Baru Imlek, kembali memicu longsor di kawasan Bengkong Harapan, tepatnya dekat Simpang Bengkong Harapan. Lokasi ini sebelumnya juga pernah longsor pada Senin (11/8) sekitar pukul 10.00 WIB.
Hujan lebat disertai angin kencang membuat tanah dari dataran tinggi di sekitar titik tersebut ambruk ke tepi jalan raya. Material longsor berupa tanah, pasir, dan batu-batu berukuran cukup besar menutup separuh badan jalan sepanjang kurang lebih 50 meter.
Timbunan tanah dan reruntuhan batu sempat mengganggu arus lalu lintas. Kendaraan dari dua arah harus bergantian melintas di ruas jalan yang tersisa, memicu antrean dan meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara roda dua.
Dayat, salah seorang pengendara sepeda motor yang melintas di lokasi, menilai kondisi tersebut sangat membahayakan pengguna jalan.
“Material yang tumpah ke jalan sangat berbahaya dan rawan kecelakaan. Batu-batunya cukup besar, kalau pengendara tidak hati-hati bisa tergelincir atau menabrak. Apalagi kalau malam hari atau hujan turun lagi, jarak pandang pasti berkurang,” ujarnya.
Ia juga menyayangkan belum terlihat adanya penanganan cepat hingga Rabu (18/2/2026).
“Belum ada nampak perbaikan atau tindakan pembersihan dari tim gabungan seperti Satpol PP, BPBD, Dinas Bina Marga, DLH atau dinas terkait. Kami berharap aparat pemerintah setempat harus cepat bergerak sebelum ada korban berjatuhan,” tegas Dayat.
Hingga berita ini diturunkan, kondisi tanah di sekitar lokasi masih terlihat labil. Warga dan pengguna jalan diimbau meningkatkan kewaspadaan saat melintas di kawasan Bengkong Harapan, khususnya saat cuaca ekstrem. Pemerintah daerah pun didorong segera melakukan langkah tanggap darurat serta penanganan permanen agar kejadian serupa tidak terus berulang di titik yang sama.











